Syrian Electronic Army mengaku bertanggungjawab atas serangan cyber itu. Mereka memposting beberapa pesan ke akun Twitter resmi IDF sehingga seolah-olah ditulis oleh militer Israel.
Salah satunya berbunyi 'Long live Palestine' sebagai bentuk dukungan terhadap Palestina. Postingan lain berbunyi '#WARNING: Possible nuclear leak in the region after 2 rockets hit Dimona nuclear facility' yang seolah mengabarkan terjadi kebocoran di fasilitas nuklir Israel.
Militan Palestina memang secara rutin melontarkan roket ke Israel sebagai bentuk perlawanan terhadap negara Yahudi itu. Sehingga kabar kebocoran nuklir akibat serangan militan tersebut sempat menimbulkan kepanikan.
IDF berhasil memulihkan akun Twitter resminya dan menghapus pesan bersangkutan. "Kami minta maaf atas tweet yang tidak benar itu karena akun Twitter kami telah dibajak," tulis mereka kemudian, seperti dikutip detikINET dari Tech Times, Kamis (10/7/2014).
Tensi di Timur Tengah sedang memanas setelah tiga remaja Israel terbunuh, yang pelakunya diduga militan Palestina. Israel kemudian melancarkan serangan bom ke jalur Gaza tapi banyak menimbulkan korban warga sipil tak bersalah, termasuk anak-anak.
(fyk/ash)
This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.
10 Jul, 2014
-
Source: http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656095/s/3c58d75a/l/0Linet0Bdetik0N0Cread0C20A140C0A70C10A0C10A310A70C26331130C3230Cdibajak0Etwitter0Emiliter0Eisrael0Eberkicau0Esoal0Ekebocoran0Enuklir/story01.htm
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com
