Pekan lalu, kelompok aktivis pembela buruh China Labour Watch melaporkan pabrik pemasok Samsung yang berlokasi di Dongguan, Provinsi Guangdong, China mempekerjakan anak-anak berusia di bawah 16 tahun.
Ini dilakukan pemasok tersebut demi memenuhi permintaan konsumen yang sangat tinggi. Parahnya, anak-anak tersebut dipekerjakan selama 11 jam per hari tanpa digaji dengan layak.
Samsung pun otomatis menjadi sorotan. Menanggapi laporan tersebut, seperti dikutip dari Wall Street Journal, Senin (14/7/2014), Samsung langsung melakukan investigasi ke pabrik pemasok yang dimaksud. Sampai akhirnya ada bukti pelanggaran yang ditemukan. Sontak, Samsung 'menggantung' status rekan bisnisnya tersebut.
"Samsung menemukan bukti adanya pelanggaran dalam mempekerjakan karyawan yang terjadi pada 29 Juni," tulis Samsung dalam pernyataannya kepada media.
"Pihak berwenang China pun sedang menindaklanjuti kasus ini. Jika hasil investigasi menyimpulkan bahwa pemasok ini memang mempekerjakan anak-anak secara ilegal, Samsung akan memutus kontrak bisnisnya dengan pemasok secara permanen," sambung Samsung.
Ini bukan pertama kalinya Samsung harus menghadapi kasus serupa. Di 2012, China Labor Watch juga melaporkan adanya anak berusia di bawah 16 tahun dipekerjakan di pabrik pemasok Samsung.
Hasil investigasi mereka menemukan bahwa anak-anak usia sekolah yang bekerja di pabrik HEG Electronics -- nama perusahaan pemasok Samsung tersebut -- hanya digaji USD 1 per jam. Buruh HEG bekerja selama 11 jam sehari dan enam hari dalam sepekan.
(rns/ash)
This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.
14 Jul, 2014
-
Source: http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656095/s/3c7815e7/l/0Linet0Bdetik0N0Cread0C20A140C0A70C140C1349250C26363780C3990Cada0Ebukti0Epelanggaran0Epemasok0Esamsung0Edigantung/story01.htm
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com
