Jawaban:
Kalau kondisi cahaya memungkinkan (terang) bagusnya pakai ISO 100 terutama jika subjek tidak bergerak. Tapi kalau bergerak atau kondisi mendung/berkabut seperti di kondisi pada gambar atas, atau misalnya ada angin yang meniup dedaunan, lebih baik shutter speednya agak cepat supaya subjek tetap beku, tidak bergerak.
Saat memotret foto ini saya mengaktifkan Auto ISO, sehingga kamera otomatis menaikkan ISO menyesuaikan dengan kondisi cahaya dan setting exposure lain yang saya gunakan. Kebetulan setting f/5.6 dan shutter speed 1/100 detik tidak cukup terang kalau pakai ISO 100, maka itu kamera menaikkan ke ISO 560.
Sebagian besar kamera digital SLR/mirrorless saat ini masih bagus kualitasnya sampai ISO 800. Jadi saya tidak terlalu khawatir dengan ISO 560. Untuk cetak noise (bintik-bintik pada foto biasanya tidak muncul) dan kalau untuk dilihat di monitor tablet atau ponsel masih bagus.
Ingat, jangan terlalu khawatirkan ISO karena lebih baik agak sedikit noise daripada gambar jadi gelap atau tidak tajam karena subjek bergerak, atau momen lewat karena kita telat memotretnya karena sibuk setting tripod.
(jsn/ash)
This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.
14 Jul, 2014
-
Source: http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656095/s/3c772c1b/l/0Linet0Bdetik0N0Cread0C20A140C0A70C140C10A340A0A0C26360A770C13530Cmenajamkan0Egambar0Edengan0Eiso/story01.htm
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com
