Menurut Major-General (res.) Yitzchak Ben Yisrael, Head of the Cyber Center Tel Aviv University, banyak orang yang berpikir bahwa serangan cyber selalu berbicara soal keamanan data. Padahal serangan model seperti ini dianggap mudah ditangani, klaim Ben.
Sebaliknya, serangan masif yang menyasar infrastruktur fisik sejatinya jauh lebih mengerikan dan memberi dampak luar biasa parah bagi suatu negara, termasuk Israel.
"Sistem kereta api, misalnya, yang dioperasikan dengan komputer. Sebuah virus yang disuntikkan ke dalam sistem tersebut dapat menyebabkan kecelakan yang mematikan," ungkap Ben.
Contoh lainnya yang disebutkan Ben adalah saat ada laporan serangan dari Syrian Electronic Army pada tahun 2012. Dimana kala itu kelompok hacker ini dilaporkan menyerang sistem pengairan di bagian utara Israel dan mematikannya.
"Kami menerima laporan itu dan mendapati sistem pengairan di wilayah Haifa telah mati," kata Ben.
"Namun kabar baiknya adalah itu laporan palsu. Sedangkan kabar buruknya, sistem itu memang benar-benar mati," lanjutnya, seraya ingin menunjukkan kekhawatiran Israel terkait aksi serangan yang menyasar infrastruktur fisik, seperti dilansir Thejewishpress.Next
(ash/fyk)This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.
10 Jul, 2014
-
Source: http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656095/s/3c59a106/l/0Linet0Bdetik0N0Cread0C20A140C0A70C10A0C1217120C26332780C3230Ctak0Esekadar0Edeface0Eini0Eulah0Ehacker0Eyang0Editakuti0Eisrael/story01.htm
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com
