Pada tahun 1998, harga bandwidth masih mahal, USD 1.200 USD/Mbps dan harga handset masih sekitar Rp 5 jutaan tetapi belum support internet dengan baik, masih GPRS dengan setting setengah mati susahnya, kadang dapat sinyal kadang tidak.
Tahun 2014, harga bandwidth sudah anjlok menjadi USD 94 USD/Mbps (Rp 1 jutaan) dan harga handset yang sudah support internet hanya Rp 500 ribuan, sehingga user internet semakin naik dari tahun ke tahun.
Data statistik dari Internet Live User, tahun 2014, jumlah pengguna internet mencapai 3 milliar bandingkan dengan di tahun 1993 masih 14 jutaan user.
Pertumbuhan yang sangat fantastis baik di dunia maupun di Indonesia.
Dengan melihat pertumbuhan internet yang semakin maju, baik hardware, software, konten dan jumlah user termasuk bisnis internet yang berkembang pesat, bagaimana bila internet down? Dan apa yang dapat menyebabkan internet down?
Beberapa hal berikut ini merupakan opini penulis yang dipikirkan dan dirasakan bila saluran internet terganggu.
Internet DownNext
(ash/ash)This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.
25 Sep, 2014
-
Source: http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656095/s/3ecd478b/l/0Linet0Bdetik0N0Cread0C20A140C0A90C250C0A8580A30C270A0A4970C3280Cketika0Ekiamat0Einternet0Eterjadi/story01.htm
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com
