Lelaki bernama Pham Van Thoai itu adalah seorang pekerja pabrik. Ia menabung sampai mendapat cukup uang untuk membeli iPhone 6 di Singapura. Maka berangkatlah ia bersama sang pacar ke Negeri Singa itu.
Dengan gembira, Pham bertandang ke toko bernama Mobile Air di Sim Lim Square, Singapura. Ia membayar USD 950 ke pemilik toko untuk membeli iPhone. Uang itu diterima tapi bukan iPhone 6 yang ia dapat. Pemilik toko masih meminta biaya tambahan USD 1.500 sebagai biaya garansi.
Pham pun terkejut dan tidak mengerti mengapa harus membayar lagi. Ia putus asa dan menginginkan uangnya kembali sampai memohon dengan berlutut dan menangis. Tapi sang pemilik toko hanya memberikan separuh uangnya.
"Aku ini hanya seorang buruh pabrik, gajiku cuma USD 200 per bulan, jadi uang itu sangat banyak untukku. Aku sedih sekali," kata Pham saat diwawancarai media, dikutip detikINET dari Asia One, Kamis (6/11/2014).
Pada saat ingin membeli, Pham memang disuruh menandatangani sebuah dokumen, tapi dia kurang mengerti bahasa Inggris. Dokumen itu yang rupanya menjadi jebakan.
"Saat mereka bertanya apakah aku ingin garansi satu tahun atau dua tahun, aku berasumsi kalau garansi satu tahun itu cuma-cuma, jadi aku berkata satu tahun. Dia tidak mengatakan aku harus bayar," katanya.Next
(fyk/fyk)This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.
06 Nov, 2014
-
Source: http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656095/s/4033d10f/l/0Linet0Bdetik0N0Cread0C20A140C110C0A60C0A9530A40C2740A4570C3980Cgagal0Ebelikan0Epacar0Eiphone0E60Epria0Eini0Eberlutut0Emenangis/story01.htm
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com
